KOTA SEMARANG MENUJU KOTA SEHAT
Pencetakan Surat Jaminan Pasien Jamkesmaskot sudah bisa dilakukan di RSUD Kota Semarang
Pelayanan JAMKESMAS/JAMKESMASKOT hanya ditujukan bagi masyarakat miskin
JUMAT BERSIH BEBAS JENTIK , JENTIK HILANG DBD MELAYANG, lakukan PSN Rutin setiap Jumat..
Kasus DBD sd Minggu ke-37: 1.194 penderita ; Jumlah Kematian: 23 kasus.

Pelatihan SDIDTK bagi Kader Posyandu se-Kecamatan Semarang Barat

ditulis pada 09-07-2013

Dalam Rangka Peningkatan program pelayanan kesehatan anak, maka DKK Semarang Pelatihan Kader Stimulasi Deteksi Intervensi Dini Tumbuh Kembang (SDIDTK) Posyandu Balita bagi Kader Posyandu se-kecamatan Semarang Barat, di Balai Kelurahan, pada Kamis - Jumat, 4 - 5 Juli 2013, pukul 08.00-15.00 WIB.

Kegiatan ini mendatangkan narasumber dr. Z. Hidayati,Sp.A dan Tim dari  RSUD Kota  Semarang.  Adapun peserta Pelatihan Kader SDIDTK Posyandu Balita yang hadir sebanyak 40 peserta dari 8 Puskesmas se-kota Semarang. Mereka adalah wakil dari masing-masing Posyandu.

Koordinator Program Kesehatan Anak, Harmoko menyampaikan, acara ini merupakan rangkaian kegiatan deteksi dini tumbuh kembang anak di tingkat masyarakat dan ke depannya diharapkan dapat dilakukan kegiatan serupa di kelurahan-kelurahan lain di Kota Semarang.

Ia melanjutkan, tujuan berikutnya adalah berupaya turut serta berpartisipasi dalam rangka menurunkan risiko angka kematian pada bayi dan balita, yang juga merupakan salah satu tujuan dari Millenium Development Goals (MDGs) dan Human Development Index (HDI), yang saat ini juga menjadi salah satu tujuan Pemerintah Indonesia.

Materi yang disampaikan dalam pelatihan ini antara lain adalah:

  • “Pertumbuhan, Perkembangan Balita dan Apras”
  • “Stimulasi Tumbuh Kembang”
  • “Deteksi Dini Penyimpangan Tumbang”
  • “Sosialisasi Buku Pedoman Pelaksanaan DDTK di Tingkat Pelayanan Kesehatan Dasar”
  • “Kebutuhan-kebutuhan Dasar Anak agar Tumbuh Kembang Optimal”
  • “Deteksi Dini Tumbuh Kembang (DDTK)”
  • “Deteksi Dini penyimpangan Pertumbuhan dan Grafik BB, TB, LK di buku KMS dan Buku KIA”
  • “Cara Pengukuran Lingkar Kepala”
  • “Hal-hal Penting dalam Pemantauan Pertumbuhan”
  • “Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan”
  • “Buku KIA untuk Deteksi Dini Penyimpangan Perkembangan Balita”.

Pelatihan dilanjutkan dengan praktek dari materi yang sudah disampaikan pagi harinya. Ketika akan melakukan praktek, masing-masing Posyandu diharuskan membawa seorang bayi yang mempunyai “kasus”. Maksudnya adalah bayi yang pertumbuhan dan perkembangannya tidak dalam kategori normal. Seperti, bayi dengan gizi buruk, bayi autis, bayi hiperaktif, bayi kegemukan, dan lain-lain.

Teknis dalam pelaksanaan praktek dengan cara Kader Pelatihan belajar mengisi kuesioner yang sudah disediakan dengan “objek bayi kasus” secara langsung. Kuesionernya adalah sebagai berikut.

  1. Kuesioner Pra Skrining Perkembangan (KPSP) 
  2. Kuesioner Test Daya Dengar (TDD) 
  3. Kuesioner Tes Daya Lihat (TDL) 
  4. Kuesioner Deteksi Dini Gangguan Perilaku 
  5. Kuesioner Masalah Mental Emosional (KMME)

Acara ini ditutup dengan diberikanya sertifikat pelatihan kepada peserta. <hmk>